Search

Sannipata Waisak 2570 B.E. di Boyolali Berlangsung Khidmat, Hadirkan Semangat Persatuan dan Kebijaksanaan

  • Share this:
Sannipata Waisak 2570 B.E. di Boyolali Berlangsung Khidmat, Hadirkan Semangat Persatuan dan Kebijaksanaan

Boyolali — Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali hari ini menjadi saksi atas khidmatnya perayaan spiritual umat Buddha. Tepat pada Rabu, 10 Juni 2026, ratusan umat Buddha berkumpul bersama para tokoh lintas sektoral untuk memperingati Sannipata Waisak 2570 Buddhist Era (BE) dengan penuh kedamaian dan kebersamaan.

Sejak pagi hari, atmosfer sakral sudah terasa di area Kantor Kemenag Boyolali. Sebanyak 325 hadirin, yang terdiri dari umat Buddha, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan, tampak memadati lokasi acara untuk mengikuti rangkaian prosesi dengan penuh takzim.

Acara penting ini dihadiri langsung oleh Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Karbono. Selain itu, jajaran pejabat daerah turut hadir memberikan dukungan, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali dan Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali yang hadir mewakili pemerintah daerah, menegaskan kuatnya sinergi dan toleransi antarumat beragama di Boyolali.

Dalam sambutannya, Pembimas Buddha Jawa Tengah, Karbono, menyampaikan Selamat Tri Suci Waisak 2570 BE yang dirayakan di Kankemenag Boyolali dan ini baru pertama kali ada yang mengadakan peringatan Waisak di Kankemenag. Waisak itu adalah peringatan penting bagi Umat Buddha yang memperingati tiga peristiwa penting yang disebut Tri Suci Waisak, yang pertama adalah memperingati kelahiran Pangeran Siddhartha Gautama, yang kedua Pangeran Siddhartha mencapai penerangan sempurna dan yang ketiga peristiwa Parinibbana wafatnya Budha Gautama pada usia 80 Tahun.

Kita semua itu diharapkan untuk bisa mengurangi berbuat jahat, memperbanyak berbuat baik dan mensucikan hati dan pikiran, kita tidak berbuat baik tidak apa-apa yang penting kita tidak berbuat jahat, berbuat baik itu penting tapi yang paling penting tidak merugikan orang lain,”ujarnya.

Rangkaian acara kemudian diawali dengan prosesi sakral penyalaan lilin lima warna. Kelima warna lilin ini melambangkan aura kebajikan Buddha atau Buddha Rasmi, yang memancarkan energi kedamaian, kesucian, dan kebijaksanaan ke seluruh penjuru dunia. Suasana semakin larut dalam keheningan yang magis saat seluruh umat bersama-sama menggaungkan bait-bait suci Dhammapada, meresapi kembali ajaran luhur tentang cinta kasih tanpa batas.

Tidak hanya dipenuhi dengan doa dan ritual keagamaan, peringatan Sannipata Waisak kali ini juga disemarakkan dengan persembahan tari tradisional bernuansa Buddhis. Gerakan tari yang gemulai dan penuh makna menjadi simbol ekspresi rasa syukur dan keindahan spiritual umat.

Sebagai puncak acara, umat yang hadir mendengarkan dengan saksama untaian Pesan Waisak yang disampaikan oleh Yang Mulia Sasanabodhi Mahathera. Dalam pesannya, Y.M. Sasanabodhi Mahathera mengajak seluruh umat Buddha untuk menjadikan momentum Sannipata Waisak ini sebagai pengingat untuk terus menjaga keharmonisan, memperkuat moderasi beragama, dan mempraktikkan dharma dalam kehidupan sehari-hari demi kedamaian bangsa.

Melalui momentum Peringatan Sannipata Waisak 2570 BE ini, kerukunan dan kebersamaan yang tercipta di Boyolali diharapkan mampu menjadi cerminan serta inspirasi bagi daerah lain dalam merawat kebinekaan di Indonesia.

Bimas Buddha Jateng

About author
Bimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah
Leave a Reply